Wisata Benteng Vredeburg Yogyakarta

Wisata Benteng Vredeburg Yogyakarta

Wisata sejarah adalah hal yang menarik ketika bepergian ke Yogyakarta. “Aku tidak tahu, jadi jangan cinta”, menjadi pepatah yang cocok untuk kita. Karena bagaimana kita dapat menikmati kota tanpa menyadarinya? Salah satu cara untuk mengenal suatu daerah adalah dengan mempelajari sejarahnya. Sama seperti membaca biografi, kita akan tahu lebih banyak ketika kita tahu ceritanya.

Yogyakarta adalah daerah dengan berbagai atraksi sejarah. Ada banyak tempat bersejarah yang bisa kita nikmati, dari kerajaan Hindu-Budha hingga periode revolusioner. Dari semua itu, ada tempat bersejarah yang telah menjadi ikon wisata sejarah di Yogyakarta. Tempat itu disebut Benteng Vredeburg. Dokumen ini akan membahas ulasan Fort Vredeburg, fasilitas dan cerita menarik.

Cerita, komentar, dan fasilitas

Benteng Vredeburg dibangun pada 1760 dan selesai pada 1787. Pada saat itu, benteng itu disebut Benteng Rustenberg, yang berarti benteng saat istirahat. Pada saat itu, benteng tidak terlibat dalam pertempuran karena benteng dibangun ketika kondisi politik cukup stabil, antara VOC dan Istana Yogyakarta. Setelah VOC dibubarkan, pemerintah Belanda mengambil alih benteng. Setelah gempa bumi besar pada tahun 1867 di Yogyakarta, Benteng Rustenberg mengubah namanya menjadi Vredeburg, yang berarti benteng perdamaian. Namanya adalah simbol hubungan antara pemerintah Belanda dan istana yang tidak saling serang. Benteng ini melewati banyak periode bersejarah di Yogyakarta, mulai dari VOC, posisi pemerintah Belanda, kemudian pemerintah Jepang, hingga revolusi.

Menariknya, benteng ini sekarang menjadi situs wisata bersejarah yang ikonik. Di dalam benteng, ada beberapa museum tentang sejarah Yogyakarta dan kemerdekaan Indonesia, kemudian ada juga ruang diorama dan bangunan cagar budaya. Pada hari Selasa 23 Juli 2019, saya mengunjungi Benteng Vredeburg. Kesan pertama saya adalah bahwa administrasi dan pemeliharaan bangunan bersejarah itu sangat bagus. Terlihat dari parit yang bersih, konstruksi dinding dan area bersih dari rute bersejarah di dalam benteng.

Saya mengunjungi berbagai bagian benteng, mulai dari area atap, museum, diorama, kafe, dan bangunan tua. Menariknya, pengemasan museum di Vredeburg sangat digital dan modern, sehingga penjelasan historis yang kami dapatkan tidak membosankan. Sudut-sudut interaktifnya juga cantik, bahkan ada layar berisi game tentang sejarah Indonesia.

Kemudian di Benteng Vredeburg ada juga sebuah museum diorama. Diorama adalah pengaturan miniatur yang menceritakan peristiwa bersejarah. Nah, di Vredeburg ada beberapa ruang diorama. Dari diorama acara formulasi Pancasila hingga diorama revolusi fisik. Selain diorama dan sudut interaktif, Benteng Vredeburg juga memiliki beberapa peninggalan sejarah kuno dan asli. Seperti meriam VOC, alat belajar siswa Akademi Militer, dan banyak lagi.

Fasilitasnya sendiri lengkap dan mendukung bagi wisatawan. Ada ruang sholat, kamar mandi, kursi, meja, dan kafe. Karena itu, pengunjung dapat melakukan perjalanan dengan nyaman dan tenang. Untuk berbagai fasilitas dan tempat wisata yang bisa dinikmati, tiket masuk ke Benteng Vredeburg hanya Rp. 3.000 per orang. Murah kan?

Oh ya, karena daerah Vredeburg adalah salah satu daerah wisata turis, kita harus melihat waktu yang tepat untuk dapat menikmati wisata sejarahnya. Benten Vredeburg dibuka pukul 07:30 dan tutup pukul 16:00, jadi kita bisa mengunjunginya di pagi hari ketika suasana masih tenang. Atau sore menjelang tutup, sehingga tidak terlalu ramai dan ramai.

Jadi, apakah Anda tertarik bepergian ke Benteng Vredeburg? Kunjungi kami di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *